Website ini difungsikan untuk berbagi informasi. Silahkan setiap sekolah mengirimkan "LAPORAN NARASI" Prokernya melalui via Email: jumbara.pmi.surabaya@gmail.com | jangan lupa bagi yang ingin mengadakan orientasi bisa menghubungi pihak PMI langsung via Contact us

Senin, 14 April 2014

Dalam rangka mempersiapkan Tim JUMBARA VIII tingkat Jawa Timur yang akan dilaksanakan tanggal 18 s/d 24 Juni 2014 dan berdasarkan  dari hasil seleksi calon peserta tanggal 14 s/d 15 April 2014. Nama-nama yang tercantum dibawah ini Lulus sebaai calon peserta yang mewakili PMI Kota Surabaya di JUMBARA PMR Tingkat Jawa Timur adalah sebagai berikut :

1. Addin Rafi Firmansyah (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
2. Arsa Ramdhan AHmad (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
3. Bagas Achmad F (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
4. Davina Nasywa Ardelia (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
5. Javier Suta Soesilo (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
6. Jasmine Marshanda R (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
7. Raja Nauval Zulkarnaen (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
8. Shafa Audina Austin (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
9. Aurelia Nur Sabrina (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
10. Nabila Imana Harahap (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
11. Achmad Rayhan (SD Muhammadiyah 20 Surabaya)
12. Zahid (SMP Al Amal Surabaya)
13. Harifyah Sofiyah (SMPN 29 Surabaya)
14. Nadya Aprina (SMP YP 17 Surabaya)
15. Elok Dewi Laras Hati (SMP Maryam Surabaya)
16. Yoga A. S (SMP Maryam Surabaya)
17. Shofiyah D. A (MtsN Rungkut Surabaya)
18. Abdatul Adawayah Hastih (SMP Gufron Faqih Surabaya)
19. Achmad Rama Maulana (SMP Gufron Faqih Surabaya)
20. Widya Ayu Ningrum (SMP Wachid Hasyim Surabaya)
21. Noviana (SMK Negeri 1 Surabaya)
22. Muhammad Windu A (SMK Negeri 1 Surabaya)
23. Dinar Gita Safitri (SMA Negeri 1 Surabaya)
24. Salsabila (SMA Negeri 5 Surabaya)
25. Selly Brillian (SMA Negeri 5 Surabaya)
26. Mahmud Hidayatullah (SMA Negeri 5 Surabaya)
27. Li Mahkota (SMA Negeri 12 Surabaya)
28. Dian Oktaviani (SMA WAchid Hasyim Surabaya)
29. Gusti Harjomulyo (SMA Santa Maria Surabaya)
30. I Dewa Gede Putra B. (SMA Santa Maria Surabaya)
31. Wijaya Wardhana (SMA Santa Maria Surabaya)
32. Esther Handrani (SMA Santa Maria Surabaya)
33. Giovani R. N (SMA Santa Maria Surabaya)
34. Ika Yunita (SMK Pawiyatan Surabaya)

Untuk peningkatan kemampuan calon peserta dalam mempersiapkan Kontingen PMI Kota Surabaya, setiap calon peserta diwajibkan mengikuti Pemusatan Latihan pada (Setiap hari sabtu dan minggu). Tanggal 19,20,26,27 April ; 3,4,10,11,17,18,24,25,31 Mei ; 1,7,8,14, dan 15 Juni 2014. Pukul 08.00 - 15.00 wib. Tempat Markas PMI Kota Surabaya, Jl Sumatera No. 71 Surabaya.

Mengingat tujuan acara ini sangat penting demi pengingkatan kapasitas pembinaan PMR PMI Kota Surabaya, kami mohon dukungan Bapak/Ibu untuk memberikan ijin kepada yang bersangkutan.

Demikian Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.


 ...............................................
Salam TRI BAKTI PMR PMI Kota Surabaya.

Minggu, 30 Maret 2014

Kalau dilihat dari paradigma anak-anak sekolah secara umum, PMR ini termasuk salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang biasa saja. Dan malah terkadang biasanya sebagian besar anggotanya adalah perempuan. Mungkin karena itu terkadang ekstrakurikuler ini dianggap sebelah mata. Karena paling-paling hanya ada kegiatan keputriaan. Dan tidak dibutuhkan latihan-latihan fisik.

Namun, jika kita tahu benar apa itu PMR, maka pandangan itu sudah sepantasnya menghilang dari pikiran. Sebab, jika saya pikir saat ini, lebih baik lagi jika anggota PMR adalah para lelaki. Karena dilihat dari namanya saja PMR itu singkatan dari Palang Merah Remaja. Yang mana kegiatan bergerak dalam hal tolong menolong. Kalau bisa dibilang sih sebenarnya PMR itu latihan untuk menjadi KSR. Tapi, ngga harus juga sih.

Kita lihat saja tugasnya para anggota anggota PMR. Paling umum itu ya sebagai tim kesehatan ketika sedang berlangsung upacara di sekolahan. Sekarang coba kita pikir bersama saja. Yang namanya tim kesehatan pasti punya kewajiban untuk menolong jika ada yang sakit dengan ilmu yang sudah didapatnya. Nah sekarang, apabila ada yang pingsan, sudah seharusnya mereka juga yang harus menolong. Mulai dari awal sampai si korban kembali sadar. Dan pastinya perlu ada evakuasi juga kan. Masa iya, orang pingsan dibiarkan begitu saja di tengah lapangan. Pasti perlu untuk dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman dan nyaman. Dan, ngga mungkin seorang yang lemah bisa melakukannya. Nah di sini salah satu contoh kecil yang menggambarkan bahwa para anggota PMR haruslah bukan seorang yang lemah. Mereka harus kuat. Masa iya, mau nolong orang malah mereka sendiri yang jatuh jadi korban berikutnya. Belum lagi kalau mereka ditugaskan untuk membantu ketika ada kejadian bencana alam. Ya meskipun, mereka ngga akan melakukan hal-hal yang sangat berat seperti menolong para korban yang masih terjebak, tapi mereka tetap harus memiliki fisik, mental, dan jiwa yang kuat. Sebab di tempat seperti itu biasanya memang sangat berat.

Jadi, menjadi seorang PMR bukan hanya perlu memiliki jiwa penolong. Tidak hanya perlu menjadi orang yang baik. Tetapi, juga sangat perlu memiliki fisik yang kuat. Tetapi, jika hanya fisik yang kuat juga kurang sih. Begini, apa gunanya fisiknya kuat, tapi dia ngga punya jiwa kemanusiaan. Dia tega-tega aja melihat orang sakit. Buat apa coba ya?

Jadi intinya, jangan remehkan para teman perempuanmu yang menjadi anggota PMR. Sebab, sesungguhnya mereka itulah para perempuan kuat dan hebat. (*oleh Anggota Forpis)

Jumat, 21 Maret 2014

Ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat sekolah dasar, menengah dan atas se Kota Surabaya mengikuti upacara pembukaan Jumpa Bhakti Gembira (JUMBARA) PMR ke IV di Lapangan SMKN 5 Surabaya (STM Pembangunan), Jl Mayjen Prof Dr Moestopo 167-169 Mojo Gubeng Surabaya, Jumat (21/03/2k14). Meski  berlangsung waktu senja sore,  namun pelaksanaan upacara tetap berlangsung khidmat. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pengurus PMI Kota Surabaya.

Dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya kepada para peserta yang tetap semangat dalam melanjutkan jiwa kerelawanan (calon Relawan masa depan). Pengurus PMI Kota Surabaya berharap semangat tersebut akan terus terjaga hingga pelaksanaan Jumbara usai.   

Pelaksanaan Jumbara yang berlangsung 21-23 Maret ini harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan ketrampilan dan pengetahuan  kepalang merahan bagi para anggota PMR. Selain itu juga untuk  memupuk jiwa kemanusiaan dan mempererat hubungan sesama anggota PMR. “Dengan kegiatan Jumbara diharapkan akan terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan yang berguna untuk mendorong  tumbuhnya perubahan nilai positif pada PMR,” ujar Pengurus PMI Surabaya.

Sebagai relawan, anggota PMR harus berpegang teguh pada semangat persahabatan, persaudaraan, kebersamaan dan kemanusiaan. “Sehingga persatuan dan kesatuan sesama anggota PMR tetap terjaga di hati,” kata Bapak Sahudi.

“Relawan adalah jantung dari gerakan palang merah dan bulan sabit internasional. Kita pantas bangga bahwa relawan kita telah memberikan nilai tambah dengan penghargaan dan kiprahnya pada berbagai kegiatan lingkup nasional dan internasional.”

Usai membacakan amanah, Bapak Sahudi menyematkan tanda kepesertaan kepada perwakilan peserta Jumbara. Dilanjutkan dengan membunyikan sirine sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Jumbara PMR ke IV. Usai upacara, panitia dan peserta melakukan melakukan aksi devil contingent secara bergantian.